Pekerjaan project cargo tidak dimulai dari pengangkutan, tetapi dari survei. Untuk turbin 82 ton dengan lebar 4,6 meter, survei rute memakan waktu tiga minggu — lebih lama daripada perjalanannya sendiri, yang hanya empat hari.
Yang ditemukan survei
- Dua jembatan dengan kapasitas nominal di bawah beban gandar rencana, memerlukan perkuatan sementara.
- Sebelas titik kabel listrik dan telekomunikasi lintas jalan yang lebih rendah dari tinggi muatan.
- Satu tikungan dengan radius yang tidak dapat dilalui trailer standar, sehingga diperlukan multiaxle berkemudi.
- Dua ruas jalan yang hanya dapat dilewati pada malam hari karena kepadatan lalu lintas siang.
Setiap temuan berarti koordinasi dengan pihak berbeda: dinas pekerjaan umum untuk jembatan, perusahaan listrik dan telekomunikasi untuk kabel, serta kepolisian untuk pengawalan dan jadwal lintas.
Urutan pelaksanaan
- Perkuatan dua jembatan dan pemasangan pelat baja sebar beban — 9 hari.
- Penurunan sementara kabel pada sebelas titik, dijadwalkan per segmen agar pemadaman minimal — 2 malam.
- Pemindahan turbin dari kapal ke multiaxle dengan crane 250 ton di pelabuhan — 1 hari.
- Perjalanan bertahap dengan kecepatan rata-rata 12 km/jam dan pengawalan penuh — 4 malam.
- Penempatan akhir di pondasi menggunakan sistem jacking presisi — 1 hari.
Pada project cargo, keterlambatan hampir selalu berasal dari perizinan yang diurus terlalu dekat dengan tanggal muat, bukan dari kesulitan teknis di lapangan.
Turbin tiba dengan selisih satu hari lebih cepat dari jadwal. Bagi proyek pembangkit dengan denda keterlambatan harian, satu hari itu berarti lebih besar daripada seluruh biaya perkuatan jembatan.
Bayu Hermanto
Project Cargo Manager · DPS Cargo
Punya pertanyaan lanjutan tentang tulisan ini? Tim kami terbuka untuk membahasnya langsung dengan kasus Anda.
